DISTRIK MAKBON

From Hidden Gem To Global Destination.





FAKTA UNIK

go makbon go
Uniknya, egek bukan hanya aturan adat biasa ia didukung oleh gereja dan resmi dikukuhkan negara melalui Peraturan Bupati Sorong Nomor 7 Tahun 2017, menjadikannya salah satu kearifan lokal yang paling terlindungi secara hukum di Indonesia.

Kesadaran konservasi di sini dimulai sangat dini sejak usia lima tahun, anak-anak Malaumkarta sudah diajarkan satwa apa saja yang tidak boleh ditangkap atau diganggu.

Ekowisata Masowa yang dibuka sejak 2023 dikelola bersama oleh sekitar 15 kampung sekaligus, menjadikannya salah satu model wisata berbasis komunitas terbesar di Papua Barat Daya.

Di balik hutan Distrik Makbon tersembunyi Air Terjun Malawor yang masih sangat alami, hanya bisa dijangkau dengan kombinasi berkendara dan berjalan kaki dari Aimas.

Distrik Makbon selama ini tersembunyi di balik popularitas Raja Ampat, Sorong lebih dikenal sebagai kota transit, padahal kawasan ini menyimpan keindahan bahari yang tak kalah memukau.

Kampung Malaumkarta, jantung wisata Distrik Makbon, masuk dalam daftar 75 desa wisata binaan Kementerian Pariwisata RI.

Perairan Malaumkarta menyimpan ekosistem terumbu karang dan lamun yang masih sangat terjaga, menjadikannya rumah bagi lobster, teripang, lola, hingga berbagai ikan karang bernilai ekonomi tinggi.
Ada sebuah pulau kecil tak berpenghuni bernama Pulau Um yang dihuni ribuan kelelawar besar mereka tidur di pohon sepanjang siang dan baru terbang keluar saat senja, menciptakan pemandangan langka yang sulit ditemukan di tempat lain.
Masyarakat suku Moi di Malaumkarta menerapkan hukum adat bernama egek sejak tahun 1990-an sebuah sistem pelarangan pengambilan hasil laut selama periode tertentu demi menjaga keberlanjutan ekosistem.
Egek terbukti menghasilkan secara ekonomi sekali panen, masyarakat bisa meraup hingga Rp200 juta dari hasil laut yang selama ini dijaga bersama.

Hubungi Kami

go makbon go

Drag and Drop Website Builder